Bahan Pemanis

Beberapa hari lalu, as usual, aku nongkrong di rental, menemukan bahan ketikan menarik. Bahan pemanis. Hal yang sering kita temukan dalam produk makanan maupun minuman. Ditambah hasil gugling, jadilah info berikut.

Pemanis merupakan senyawa kimia yang sering ditambahkan dan digunakan untuk keperluan produk bahan pangan, industri, serta minuman dan makanan kesehatan. Ada dua macam jenis pemanis, yaitu pemanis alami dan pemanis sintetis. Industri pangan lebih menyukai pemanis sintetis karena harga yang murah dan tingkat kemanisan yang lebih tinggi daripada pemanis alami.

gula1Pemanis alami biasanya berasal dari tanaman. Utamanya adalah tebu (saccharum officanarum L) yang hasilnya dikenal sebagai gula alam atau sukrosa. Beberapa pemanis alam yang sering digunakan antara lain ; laktosa, maltosa, galaktosa, gliserol.

Dalam situs kerjasama Prosea dan Yayasan Kehati ada 9 jenis tanaman yang digolongkan sebagai pemanis alami. Antara lain tebu, enau atau aren, lontar, gebang, nipah dan yang lagi populer belakangan ini tanaman stevia.

Jenis berikutnya adalah pemanis sintetis. Jenis ini merupakan tambahan yang menimbulkan rasa manis tetapi tidak memiliki nilai gizi. Pemanis dianggap berbahaya jika dikonsumsi dalam waktu lama dan jumlah tak terbatas. Beberapa di antaranya adalah :

- Sakarin, pemanis ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh wanita hamil. tingkat kemanisan 200-700 kali gula sedangkan harganya paling murah. Di Kanada, sakarin telah dilarang penggunaannya dan dinyatakan sebagai zat adiktif.

- Siklamat, sering digunakan untuk permen atau minuman. Bahan ini juga disarankan untuk tidak dikonsumsi oleh wanita hamil. Berbeda dengan sakarin, siklamat menimbulkan rasa manis tanpa rasa ikutan (tidak ada after taste-nya). Siklamat memunculkan banyak gangguan bagi kesehatan, di antaranya tremor, migrain dan sakit kepala, kehilangan daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi dan gangguan seksual, kebotakan, dan kanker otak. Penggunaan siklamat juga sudah dilarang di ASEAN, kecuali Indonesia.

- Aspartam, bisa ditemukan pada produk gula rendah kalori. Bahan ini dianggap aman untuk wanita hamil. Rasanya 200 kali lebih manis dibanding gula biasa.

Selain itu masih ada 10 jenis pamanis buatan lain yang diizinkan penggunaannya di Indonesia (bandingkan dengan negara ASEAN lain yang berkisar dua sampai lima jenis saja).

Pemakaian pemanis buatan sangat perlu diwaspadai. Tetapi pemanis sintetis tidak melulu negatif. Penggunaan bersifat positif antara lain :sakarin

- Penggunaan bagi penderita diabetes melitus untuk menghindari bahaya gula.

- Memenuhi kebutuhan rendah kalori bagi penderita kegemukan.

- Sebagai penyalut obat.

- Menghindari kerusakan gigi.

Sewaktu melakukan pencarian, didapatkan juga daftar makanan/jajanan anak biang kanker disini.

Nah, begitulah. Semoga bermanfaat.

About these ads

5 Tanggapan so far »

  1. 1

    aminah rivai said,

    Kebetulan saya diberi warisan oleh ortu (bapak dan ibu), Diabetes Mellitus (DM). Orang-orang yang kurang informasi merasa sangat “down” bila dinyatakan / divonis sebagai pengidap DM. Alhamdulillah saya biasa-biasa saja, maklum bapak-ibu-paman-kakak (yach, semobil ….. deh), satu rumpun yaitu rumpun DM. Jadi, kami-kami sudah tidak bersahabat dengan gula (gula tebu maupun gula aren) yang bahasa kimia nya sacharosa sejak umur 40-an
    Mengenai bahayanya penggunaan gula sintetis selama berpuluhtahun kehidupan kami sekeluarga, alhamdulillah no problem. Namun untuk mengurangi bahayanya, saya pikir kami pengidap DM harus benar-benar menggunakan gula sintetis tersebut seminimal mungkin dan harus variatif, kadang pakai sakarin, kadang aspartam, kadang cyclamat. Yang relatif paling aman tapi mahal adalah aspartam. Ndak apa-apalah, yang penting kami-kami tetap bisa berkarya, produktif, cukup sehat, tidak merepotkan keluarga / oranglain. InsyaAllah berumur panjang seperti bapak dan ibu almarhum, yang mencapai 80-an. yah, begitulah masukan dari saya, mudah-mudahan ada gunanya.

  2. 2

    saya mau nanya mengapa penderita diabetes melitus disarankan menggunakan pemanis sintesis ?,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,””””””””””””,,,,,,,,,,,,,,,,…………..”””””””””’…………””””>>””>>””?

  3. 3

    Else said,

    makasih….

  4. 4

    shhiinn said,

    hmmm…
    mantap, keren, hohoho….
    saia suka artikel nya,
    hehehe.. :)

  5. 5

    azki said,

    bagaimana saya bs mendapatkan tanaman stevia???????
    dimana lokasinya????
    kira2 harganya berapa???
    klo lewat jasa pengiriman bisa atau tidak?


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: